“Apalah arti sebuah nama. Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.”
itulah yang dikatakan oleh William Shakespeare, dalam dialog sandiwaranya yang terkenal: Romeo dan Juliet. Namun, pernyataan ini tidak berlaku dalam penamaan file pada komputer. Nama file yang baik harusnya dapat mewakili isi file, jadi jika pada suatu saat kita perlu mencarinya lagi kita tidak akan bingung. Terlalu banyak waktu yang dibuang, jika untuk mengetahui isi suatu file kita harus membukanya terlebih dahulu.

Menurut tautan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan nama file:

  1. Objektif
  2. Mudah dimengerti
  3. Ringkas
  4. Terpola

1. Objektif

Saat memberi nama file, mungkin nama file tersebut hanya kamu yang ngerti maksudnya apaan, sedangkan orang lain  terutama apabila mereka tidak tahu kamu lagi ngerjain apa.

Contoh Nama File yang buruk: “jadwal piket terbaru”

Contoh Nama File yang Bagus: “jadwal piket 24 April 2014″

2. Mudah Dimengerti

Hindari penggunaan singkatan, istilah-istilah pribadi yang tidak banyak diketahui orang.

Contoh Nama File yang buruk: “Lap ASI 14″

Contoh Nama File yang Bagus: “2014 Laporan Akhir Semester I”

3. Ringkas

Singkatnya: Jangan terlalu panjang!

Contoh Nama File yang buruk: “Laporan, Dokumentasi, dan Hal – Hal Lain Terkait Kunjungan Kerja Dewan Direksi Ke Cabang Yang Entah Di Mana Letaknya Gue Gak Peduli”

Contoh Nama File yang Bagus: “2014 04 24 Laporan Kunjungan Kerja Bandung”

4. Terpola

Buat pola tentang apa saja yang harus dicantumkan dalam penamaan file kamu. Bagian yang harus selalu dicantumkan adalah tanggal dengan pola YYYYMMDD (Contoh:20140422). Berikut beberapa contoh bagian yang bisa kamu masukkan kedalam pola penamaaan file:

  • Tanggal
  • Nama Departemen/Fakultas
  • Jenis Dokumen (Laporan, Neraca dll)
  • Lokasi
  • Versi dokumen